Sabtu, 03 Maret 2012

Ku Tuliskan Apa Yang Ingin Ku Tuliskan

Berbaring sejenak, menatap langit-langit kamar, mencoba menenangkan pikiran..

*menghela nafas*


"penghinaan hari ini anggap saja sbg motivasi !" gumamku layu..


Mencoba tetap tenang.. Dan terus, mata membuka, tertutup, membuka, tertutup, dan lagi, membuka..


Kembali, bisikan-bisikan datang mengusik, menggerisik, pesimis..

"apa yang akan terjadi besok ya ?"

"kenapa semangat itu kini layu ?"

"rasanya aku takut menghadapi hari esok.."

"ada apa ini ?"

"tidak mungkin aku menyerah.. Bukankah ini komitmen ? Atokah mungkin ini resiko ?"

"bisakah kehidupanku esok vakum sehari saja ?"

"yah, sehari saja.. cuma untuk sehari saja.."

"karena rasanya setiap hari terlalu berat.."


*menghela nafas*


masih pada tempat yg sama, dengan nyali yang masih menciut.. ku coba mencari jawaban..


Kesana kemari, tatapanku kosong..
Tiba-tiba tatapan itu terhenti pada sebuah tempelan2 kertas yg tertata di dinding kamar..

Ku pandangi, dan ku baca, kata per kata hingga menjadi sebuah kesatuan kalimat yg membuatku tertegun..


"APAPUN YANG TERJADI TETAP, SAY THANKS TO ALLOH..."



hum.. yah,  kenapa tidak ku sadari itu ? pernyataan sederhana yg sering ku lalaikan.. Apa susahnya ngomong terima kasih ?

Masyalloh, Padahal atas kehendak-Nya lah aku dapat hidup, dan atas kebesaran-Nya aku berada disini, menikmati ini, dan merasakan ini. Kenapa untuk mengucapkan terima kasih saja terasa begitu sukar...?

Pun dari orang2 yg hebat sering ku dengar kalimat bahwa "Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya"

kenapa aku melewatkan ini ?
meski kenyataannya terasa pahit, bukankah kita harus yakin, bahwa inilah yang terbaik...

*diam sejenak*
*menghela nafas*


Bismillah, semoga ini benar yang terbaik...

Tidak ada komentar: